Berhenti MEROKOK, Mulailah VAPING
Apa Itu VAPING ?
Banyak pandangan orang bahwa Personal Vaporizer (PV) atau Rokok Listrik sama saja berbahayanya seperti rokok konvensional, karena katanya “isi liquidnya sama saja bahan kimia” atau katanya “banyak ditentang dan dilarang di negara-negara loh”, dll.
Kebanyakan isi dari e-liquid PV(Personal Vaporizer) adalah Propylene Glycol (PG) dan Glycerin (VG) yang keduanya merupakan komponen kimia yang berasa manis dan tingkat racunnya hampir tidak ada, sehingga Amerika Food and Drug Administration (FDA/BPPOMnya Amerika) menyatakan keduanya adalah GRAS (Generally Recognized As Safe). Keduanya sering digunakan sebagai bahan pemanis untuk makanan atau obat.
Mungkin satu informasi penting juga adalah isi e-liquid PV tetap mengandung Nikotin
yang kadarnya bisa anda tentukan sendiri (0mg, 6 mg, 9 mg, 12 mg, dll).
Nikotin tetap akan merupakan unsur berbahaya jika dikonsumsi secara
berlebihan. Mohon diingat bahwa zat ini terdapat juga pada
tumbuh-tumbuhan suku terung-terungan atau SOLANACEAE yaitu tembakau, kentang, tomat, dan cabai. Apakah kentang, tomat, cabai mengandung nikotin?
BAGIAN PERSONAL VAPORIZER
Personal Vaporizer dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
1. Driptip untuk menyedot uap yang dihasilkan atomizer
2. Atomizer atau sering disebut koil, untuk menyimpan kumparan kawat dan tali/wick. Tabung/Clearomizer untuk penyimpan liquid dan atomizer.
3. Body (Mechanical Body atau Electrical Body) untuk penyimpan baterai.
4. E-Liquid atau cairan perasa yang menjadi uap
Proses perubahan e-liquid menjadi uap di sebuah PV dimulai dari e-liquid
di dalam tabung/clearomizer yang diserap oleh tali/wick yang telah
dililit oleh kumparan kawat di dalam atomizer. Saat kita menyalakan,
kumparan kawat tersebut akan membara dan “memanaskan” liquid yang diserap oleh wick tersebut.
CLEAROMIZER atau TABUNG :
Biasanya atomizer dan driptip sudah menyatu dengan clearomizer. Untuk memudahkan saya membaginya ke dalam 4 kategori yaitu:
1. CE Style
atau atomizer yang posisinya terletak di tengah atau atas dengan
tali/wick yang menjulur ke dasar clearomizer, berikut adalah jenis dari
lama ke baru yaitu: CE4. CE5, CE6, CE6 v2, Vivi Nova, dan iClear 30.
2. Bottom Changeable Coil (BCC) atau
atomizer yang terletak di bawah dengan tali/wick yang pendek, berikut
adalah jenis dari lama ke baru yaitu: T3, Vapeonly BCC, Mini BCC,
Protank, Puritank, dan eVod.
3. Cartomizer
atau atomizer yang dibalut oleh sejenis gabus dan diletakan di dalam
wadah aluminium/cart yang sudah dilubangi sehingga e-liquid yang berada
di dalam tank akan selalu membasahi gabus tersebut, berikut adalah jenis
dari lama ke baru yaitu: Single Coil Tank (SCT), Dual Coil Tank, dan
Smok U-Tank.
4. Genesis Style atau atomizer berikut tanknya yang kita bikin sendiri sesuai dengan keinginan kita.
Mechanical Body atau Electrical Body:
Mechanical Body
artinya tidak ada komponen listrik yang menempel pada body. Jadi body
murni hanya sebagai penghantar arus listrik dari baterai ke atomizer.
Semakin bagus bahannya akan semakin bagus juga daya penghantarnya.
(+) Hanya Mechanical Body yang dapat meningkatkan performa atomizer di Genesis Style.
(-) Performa Mod akan sejalan
dengan power baterai yang digunakan, saat baterai melemah akan terasa
penurunan performa pada atomizernya.
Electrical Body artinya
body memiliki komponen listrik di dalamnya. Dengan komponen listrik
ini, kita dapat mengganti voltage yang diinginkan atau mematikan PV kita
saat tidak digunakan, dan sebagainya. Untuk body yang lebih canggih
kita dapat menggunakan software dan PC untuk menyetingnya.
(+) Informasi mod bisa ketahui dengan mudah dan mod dapat kita seting sesuai dengan keinginan kita.
(-) Mod tidak akan dapat digunakan saat chip electrical di dalamnya rusak.
Tentang e-liquid :
Mayoritas isi dari e-liquid adalah Propylene Glycol (PG) dan Glycerin (VG) yang keduanya merupakan komponen kimia yang berasa manis dan tingkat racunnya hampir tidak ada, sehingga US. Food and Drug Administration (FDA/BPPOMnya Amerika) menyatakan keduanya adalah GRAS (Generally Recognized As Safe). Keduanya sering digunakan sebagai bahan pemanis untuk makanan atau obat.
Selain PG/VG, e-liquid juga mengandung perasa buatan
makanan/minuman dan nikotin. Dari perasa buatan inilah muncul berbagai
macam rasa yang bisa kita coba, Nikotin sendiri tidak selalu ada dalam e-liquid, kadar yang bisa dibeli dari 36mg, 24mg, 12mg, 8mg, 6mg dan 0mg.
Mohon diperhatikan: 1 ml e-liquid
kira-kira setara 100 hisapan, dan kadar nikotin ini ada sebesar takaran
liquid per ml-nya, jadi misal: E-Juice My PG/VG 70/30 6mg 15ml artinya
kadar PGnya 70%, kadar VGnya 30%, kadar nikotinnya adalah 6mg/1ml atau
6mg/100 hisap artinya hanya 0.06mg nikotin per 1 hisapan. Coba anda
bandingkan sendiri dengan rokok biasa.
Be Sociable, Share!
jakartavape.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar